Salah satu hal yang terpaksa dilakukan seorang suami saat istri bekerja adalah mengasuh anak. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pada dasarnya seorang suami tidak mau menjalankan peran istri dalam menjaga dan mengasuh anak. Salah satu alasannya karena tidak mau pekerjaannya terganggu. Kalaupun dijalani, yang biasanya terjadi adalah sang ayah tetap ayik dengan laptopnya sementara si anak bermain sendirian tanpa pengawasan. Setidaknya itulah yang biasa saya lakukan. Hasilnya? Anak menjadi tidak terawat secara fisik maupun psikisnya (alias kurang bermain). Tapi itu dulu, sekarang tidak lagi. Mau tahu triknya?
Multitugas
January 29, 2010 · Leave a Comment
→ Leave a CommentCategories: Bagi-bagi · Keluarga · Mac
Tagged: kerja, multi-tasking, ngasuh
Dua jam yang begitu bermakna
January 26, 2010 · 3 Comments
Juli 2002. Di sebuah ruang kuliah, tidak ber-AC, satu buah meja kayu dan dua kursi merk Chitose dengan posisi saling berhadapan. Salah satunya menghadap ke utara diduduki olehku, yang saat itu merasa seperti seorang pesakitan. Jantungku berdegup kencang, duduk salah tingkah, jari-jari tangan bergerak tanpa disadari. Orang Sunda bilang, “teu puguh cagap“. Pertama kalinya dalam hidup menjalani sebuah wawancara, setelah satu tahun lebih diluluskan dari bangku kuliah. Bukan wawancara kerja tetapi wawancara untuk kuliah lagi. Sebuah pilihan yang mau tidak mau harus kuambil saat itu. Juga bukan wawancara biasa, karena ada sebagian isinya yang masih begitu jelas dalam ingatan.
→ 3 CommentsCategories: Bagi-bagi · Memoar
Tagged: belajar, kuliah, Memoar, sukses, tips
Tips bagi para pencari jurnal
January 21, 2010 · Leave a Comment
Jurnal atau literatur ilmiah merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah tugas akhir, baik bagi mahasiswa tingkat sarjana ataupun pascasarjana. Bila si penguji melihat daftar pustaka yang berderet hingga puluhan atau bahkan ratusan (walaupun si penulis tidak memahaminya dengan baik), kemungkinan besar tidak akan ada pertanyaan yang menjatuhkan. Sebaliknya jika hanya sedikit, pasti si penulis akan dianggap tidak serius dalam melakukan penelitian. Tambah cilaka lagi, jika daftar pustaka yang dituliskan sebagian besarnya adalah buku referensi bukan jurnal tahun terkini. Nah, pagi ini saya menemukan sebuah tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda para pencari jurnal, setidaknya itulah yang saya rasakan.
→ Leave a CommentCategories: Bagi-bagi
Tagged: jurnal, referensi, skripsi, tips
Cuma setengah
January 19, 2010 · Leave a Comment
Porsi makan setiap orang berbeda. Meminjam istilah seorang teman, beda casing. Ada yang cuma setengah porsi, itupun bukan nasi. Ada juga yang sampai 4 piring nasi, itupun dengan porsi nasi penuh dan bentuknya seperti Gunung Semeru. Bagi mereka yang porsi makannya cuma setengah (tapi sering), seperti (ehm) saya, biasanya akan mendapatkan masalah saat memesan makanan di warung makan.
→ Leave a CommentCategories: etc.
Tagged: makanan, nasi goreng, tips
Skakmat
December 31, 2009 · Leave a Comment
Fauzan : Ibu, ada kereta terbang (sambil menunjuk Dibo di televisi)
Ibu : Oh iya, bagus ya…
Ayah : Kereta kok bisa terbang?
Fauzan : (Diam sejenak) Namanya juga cerita …
Ayah dan ibu : Hahahaha.. (nah loh! skakmat!)
→ Leave a CommentCategories: Keluarga
Gerbong Wisata
December 8, 2009 · Leave a Comment
Hari minggu lalu, pukul 17.20 saya tiba di Stasiun Kereta Api Bandung. Nampak ramai orang yang antri. Waduh, jangan-jangan tiket untuk ke Jakarta telah habis. Begitu yang terpikir oleh saya taxi. Benar saja. Tiket Argo Gede sudah habis. Tiket Parahyangan hanya tersisa khusus tiket berdiri. Yang tersedia hanyalah tiket wisata. Wisata macam apa, pikirku. Tapi itu bukanlah hal penting saat itu. Apa mau dikata, harus tiba di Jakarta malam itu, uang seratus ribu rupiah dikeluarkan.
Gerbong wisata ini satu rangkaian dengan gerbong eksekutif, hanya saja tidak selalu ada. Letak gerbong ini tepat di belakang lokomotif. Ada dua gerbong, Nusantara dan Bali. Gerbong Nusantara terdiri dari dua ruangan, ruang makan dan ruang duduk. Gerbong Bali, nampaknya merupakan ruangan tidur, dari luar seperti terlihat kasur busa.
Ruang duduk di Gerbong Nusantara ini terdiri dari sofa yang sudah pasti nyaman. Yang istimewa, di ruangan ini ada TV LCD dan sistem audio video yang memungkinkan kita untuk berkaraoke. Kalau beruntung mungkin kita bisa mendengarkan suara merdu bak suara biduan. Kalau sedang apes, kita pasti tak akan bisa tidur nyenyak!.
Gerbong wisata ini pernah dipakai presiden mulai Habibie sampai SBY. Jadi sudah pasti fasilitasnya nomor satu. Toiletnya bersih, dengan air, tissu juga pengering tangan otomatis. Selain bersih, juga luas. Pelayanan dari pegawainya pun ramah. Hanya satu kurangnya, jam dindingnya kok mati ya? (Jam kok mati, memangnya kucing!)
→ Leave a CommentCategories: Jalan-jalan · etc.
Bukan Payah Tapi Aneh
November 11, 2009 · 1 Comment
Terkait postingan saya sebelumnya, ternyata koneksi data Telkomsel Flash dari kartu Simpati, berfungsi kembali. Saya tarik pernyataan saya sebelumnya. Telkomsel bukan payah, tapi aneh. Yah, namanya juga Indonesia.
→ 1 CommentCategories: 1
Telkomsel Payah
November 11, 2009 · Leave a Comment
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah berlangganan Telkomsel Flash Unlimited. Tidak melalui jalur resmi memang. Pokoknya ada yang menawarkan berlangganan, urusan administrasi seperti pembayaran dan sebagainya, ditangani oleh yang bersangkutan. Apa yang membuat saya tertarik adalah, katanya, kecepatan akses tidak akan berkurang walaupun kuota 3 gigabit telah lewat. Bulan pertama dan kedua lancar. Bulan ketiga pun sebenarnya begitu, tetapi pada akhir bulan tiba-tiba kartu SIM tidak bisa digunakan lagi. Kata si penjual, kartu bisa diganti. Bulan berikutnya, terjadi lagi hal yang sama. Kali ini saya harus menunggu selama satu bulan untuk mendapatkan kartu pengganti. Selama satu bulan itu pula saya mempertimbangkan apakah hendak terus atau berhenti berlangganan.
Saya putuskan untuk berhenti berlangganan karena capek juga menunggu penggantian kartu, kalau tiba-tiba kartu tidak bisa digunakan. Bisa jadi kartu SIM Flash Unlimited tersebut tiba-tiba tidak bisa dipakai karena sistem mengenalinya sebagai kartu yang dijual tidak lewat jalur resmi. Artinya, tidak ada garansi bahwa kartu tersebut bisa dipakai ’selamanya’. Dengan alasan tersebut, saya memilih untuk menggunakan Telkomsel Flash Time-Based. Dari segi biaya lebih mahal memang, tetapi di sisi lain memiliki keunggulan dari segi kecepatan akses. Juga, mungkin, tidak akan mengalami masalah kartu SIM seperti sebelumnya.
Ternyata, pagi tadi saya tiba-tiba tidak bisa menggunakan kartu SIM Telkomsel untuk akses data. Saya coba untuk telepon, bisa. Artinya tidak ada kerusakan pada kartu SIM untuk koneksi suara. Wah, padahal masih ada sisa waktu akses 15 jam Telkomsel Flash. Kalau dihitung, 24 jam akses itu sama dengan 100 ribu maka 15 jam setara dengan Rp. 62.500. Bayangkan jika ada seribu orang yang mengalami kasus yang sama dengan saya, Telkomsel mendapatkan keuntungan 62,5 juta, hanya dengan memutuskan layanan secara sepihak. Belum lagi kasus koneksi siluman, dimana kita sudah berhenti mengakses internet, tetapi meteran akses Flash jalan terus.
Bukan kali ini saja saya merasa dirugikan oleh putusnya layanan seperti ini. Di antara Anda, mungkin banyak juga ya, yang merasa bahwa Telkomsel payah. Selama ini saya tidak ambil pusing dengan kabar tersebut karena merasa ada yang lebih payah lagi, layanan pasca bayar operator seluler tapi sinyal pun tak ada. Biaya SMS, koneksi data mahal. Juga tidak ada bonus-bonus. Kata iklannya sih bakal nyambung terus…. kalau sinyal bagus. Saat berhenti berlangganan, setelah selama 5 tahun berusaha untuk setia, ditanya pun tidak oleh customer service, mengapa berhenti berlangganan. Bah, perusahaan macam apa itu yang tidak peduli dengan ketidakpuasan pelanggan. Mungkin mereka berpikir, hilang satu tumbuh seribu.
Saya pikir, Telkomsel sebagai operator seluler dengan pelanggan terbanyak dan sinyal terluas (katanya), pasti tidak akan mengecewakan pelanggannya. Jauh panggang daripada asap, sama saja Bung. Selama ini kita membeli layanan tetapi tidak pernah ada garansi. Anehnya, kita tidak pernah kapok lagi untuk membeli. Mau lapor lewat layanan pengaduan daring, daftarnya juga lama.
Ah, sudahlah saya hentikan saja keluhan ini. Nanti kalau terlalu panjang, bisa-bisa saya dituntut atas pencemaran nama baik. Saatnya kembali ke jaman urdu, yang pasti lebih baik untuk kantong, dan hati.
Technorati Tags: telkomsel, internet, unlimited

→ Leave a CommentCategories: Ngedumel
Masih Ada Harapan
October 8, 2009 · 1 Comment
Berolah raga, seperti futsal, seharusnya merupakan sebuah cara agar kita menjadi sehat, jiwa dan raga. Berolah raga idealnya dilakoni dengan hati senang, jangan sampai uring-uringan seperti yang saya alami kemarin. Bagaimana tidak uring-uringan, hingga pukul 16.30 baru ada lima orang yang hadir di lapangan. Cilaka. Saat itu saya pundung, hingga berniat untuk tidak akan lagi secara sukarela mengurus keinginan teman-teman yang katanya ingin bermain futsal. Saya pun sempat berujar pada seorang teman, “Yuk ah kita bayar lapang terus pulang”. Tapi alhamdulillah, ada serombongan malaikat kecil yang menjadi penyelamat.
→ 1 CommentCategories: Mimpi
Tagged: futsal, indonesia, sepak bola