Arsip Tag: Keluarga

Jumlah Jari

Ibu : “Kalau berhitung, tak usah gunakan jari. Bayangkan saja. Kan sulit kalau menjumlahkan angka puluhan. Jumlah jari kan hanya sepuluh”
Fauzan : (Diam sejenak sambil berpikir) “Bukan sepuluh, Bu”
Ibu : “Sepuluh, ah”.
Fauzan : “Bukan!” (agak ngotot, sambil mengangkat tangan dan kakinya) “Tuh Bu, dua puluh!”
Ibu : “Hihihi… Benar juga ya”

Ban Kempes

Supir angkot : Aduh punten, Ibu harus turun di sini. Ban mobilnya kempes.

Ibu dan Fauzan turun.

Fauzan : (Sambil memegang ban kiri depan angkot) Mana Pak, bannya gak kempes kok? (seolah-olah tidak percaya apa yang dikatakan Pak Supir).

Ibu : Maksudnya Pak Supir, ban mobil yang belakang.

Fauzan : Ooh, hayu Bu kita naik angkot lagi.

Ibu : Tanggung Fauzan, sudah dekat.

Fauzan kemudian berjalan sambil manyun.

Anak bodoh karena ibu

Ada peribahasa yang mengatakan bahwa sejahat-jahatnya harimau tidak mungkin memakan anaknya sendiri. Sejahat-jahatnya seorang ibu, tidak mungkin ia menginginkan anaknya jahat. Sebodoh-bodohnya seorang ibu, pasti tidak ingin anaknya bodoh juga. Begitu kata Iwan Fals dalam lagunya Doa Pengobral Dosa. Jadi wajar kalau ibu-ibu jaman sekarang ini begitu giat menyekolahkan anaknya sejak dini. Kalau masih kurang juga, sang ibu berperan sebagai guru di rumahnya. Hasilnya? Bisa berhasil, bisa juga tidak karena seringkali sang ibu lah yang menyebabkan anak menjadi bodoh. Lho?

Lanjut membaca

Kuingin ibuku ada di sana

Tujuh tahun yang lalu
Ia hadir saat wisuda pertamaku
Bukan di balkon melihat langsung kalungan toga
Tapi di bawah tenda lewat layar televisi

Tiga setengah tahun yang lalu
Raganya tak mampu hadir
Padahal sebuah kursi telah dipesan untuknya
Di balkon, bukan di bawah tenda

Dua tahun nanti
Kuharap ia akan duduk di sana
Menerima hadiah terbesar dariku
Dan merasa bangga akan jerihnya