Belajar menjadi seorang juara

Seorang juara bukanlah ia yang tidak pernah kalah, tidak pernah jatuh.

Tetapi, seorang juara adalah ia yang selalu bangkit setelah ia jatuh.

Sesering apapun, ia akan selalu bangkit sambil tersenyum ..

Pernahkah Anda membaca kalimat seperti di atas? Atau paling tidak senada lah! Beberapa waktu yang lalu, penulis bertemu dengan seseorang yang dapat dianggap sebagai juara. Ia adalah dosen penulis waktu kuliah di Biologi dulu, sebutlah Mr. X (mengikuti istilah salah seorang artis yang sedang hot dibicarakan ). Pada waktu jaman penulis kuliah dulu, ia adalah seorang dosen yang mapan. Bukan dari hasil upah mengajarnya, tetapi dari buah kreativitasnya. Bagi penulis, ia adalah seorang pebisnis. Pada jamannya, ia sudah mengendarai sebuah mobil sedan buatan Jerman yang melambangkan kemapanan. Banyak orang atau koleganya merasa ia bukanlah seorang pengajar yang patut ditiru, karena hanya datang ke kampus untuk mengajar saja. Bisa disebut hanya datang pada tanggal 1 saja.

Sekian tahun yang lalu, ia dihantam ujian yang sangat berat. Lembaga pendidikan yang dipimpinnya dihantam gelombang demonstrasi mahasiswa yang merasa tidak puas atas ijazah yang mereka terima. Mr X pun harus berhadapan dengan hukum. Penulis tidak pernah tahu kelanjutannya kisahnya, bahkan tidak mau tahu. Penulis hanya bisa merasa prihatin dan berdoa semoga ia tabah dan mampu untuk menghadapinya. Seperti kata orang tua, namanya juga hidup pasti akan selalu cobaan.

Saat penulis berkunjung ke lembaganya yang baru. Subhanallah, ia nampak terlihat tidak seenerjik dahulu. Mungkin cobaan yang ia terima terlalu berat, pikir penulis dalam hati. Sambil menanti ia shalat, penulis mengamati ruangan kantornya. Masya Allah, kondisinya jauh dari lembaga yang dulu pernah ia bangun. Masih banyak perbaikan di sana-sini.  Ternyata ia masih berani untuk memulai kembali karirnya. Ia masih tangguh untuk memulai sebuah lembaga pendidikan. Ia begitu berani untuk memulai karyanya kembali. Ia nampak tidak takut untuk jatuh lagi. Bagi penulis, ia adalah seorang juara. Dengan sisa kekuatan yang ada meniti kembali harapan yang pernah dibangunnya.  Mmmhhh. andai saja penulis mampu seperti itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s