Kebun Binatang Pun Menolak

Tahukah Anda bahwa kebun binatang merupakan lembaga konservasi eks-situ? Yaitu lembaga yang berkewajiban membantu usaha konservasi, salah satunya dengan penangkaran. Fungsi lainnya adalah meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap flora dan fauna, atau dalam bahasa kerennya raising public awareness. Sebagai lembaga konservasi, sudah seharusnya pengelola kebun binatang memiliki semangat pelestarian alam di dalam jiwanya. Ia harus berpikir tentang lestarinya alam secara global, bukan dalam lingkup yang kecil saja. Bukan hanya berpikir tentang melestarikan satwa yang terancam punah saja tetapi juga berpikir tentang satwa yang saat ini dianggap sebagai hama. Tidakkah ia tahu cerita tentang Passenger Pigeon? Burung yang termasuk ke dalam kelompok merpati ini dahulu hidup dalam jumlah jutaan di Amerika. Pada saat migrasi, jumlahnya begitu banyak sehingga begitu mereka lewat di suatu tempat, akan membuatnya gelap seketika. Tapi kini burung itu punah.

 Cerita yang hampir serupa tapi tak sama ini kini sedang terjadi di halaman depan ITB. Kowak malam (Nycticorax nycticorax) sudah hampir setahun ini memilih untuk menetap di halaman ITB dan di sepanjang jalan Ganesha. Rumahnya yang dulu biasa mereka tempati sudah tidak aman lagi. Sang pemilik rumah yang seharusnya ramah terhadap keberadaan mereka berubah menjadi musuh. Ia merasa terusik dengan jumlah kowak malam yang semakin lama semakin banyak. Dampak dari populasi kowak tersebut adalah semakin banyak kotoran, baik feces maupun pellet yang dimuntahkan, yang mengotori ruang tamu sang pemilik rumah. Ia tidak rela kotoran tersebut menghalangi datangnya turis-turis yang bisa menggelembungkan pundi-pundinya.

Masalah yang dihadapi oleh pengelola kebun binatang ini seperti memakan buah simalakama. Tetap menerima kehadiran kowak malam, akan berdampak pada penurunan jumlah pengunjung. Kebanyakan pengunjung tidak suka bila acara rekreasinya terganggu. Mereka enggan untuk menyantap hidangan yang telah tersaji dan menggugah selera, tiba-tiba diberi penyedap dari langit. Mengusir mereka pun bukan sebuah pilihan bijak karena seolah-olah memberikan kesan bahwa pihak kebun binatang itu anti-konservasi.

Namun demikian, ada beragam pilihan yang bisa diambil. Yang pertama adalah menjadikan keberadaan kowak malam sebagai berkah. Sudah tentu harus dengan sedikit siasat agar yang dianggap petaka itu menjadi berkah. Yaitu dengan memberikan pendidikan kepada para pengunjung bahwa kowak malam adalah sahabat mereka juga. Kowak malam berperan dalam membasmi hama pertanian seperti serangga dan tikus. Ini dapat dibuktikan dari sisa muntahan yang ada di bawah pohon tempat mereka bersarang. Bukti tidak langsung lainnya adalah masyarakat Bandung hingga kini tidak pernah mendengar adanya gagal panen di Bandung Selatan karena serangan hama serangga dan tikus. Siapa yang memburu hama itu? Ya, komunitas burung air, salah satunya adalah kowak malam, selain kuntul dan blekok.  

Cara lainnya adalah dengan membuat tempat tertentu sebagai sanctuary. Saran ini dikemukakan oleh Ferry Hasudungan, seorang peneliti burung air dari Wetlands International – Indonesia Programme. Ia mengambil contoh dari burung air di Kebun Raya Bogor. Di sana, komunitas burung air terkonsentrasi di tengah danau buatan, tidak akan mengganggu kenyamanan para pengunjung yang datang. Nampaknya cara ini bisa menjadi solusi, hanya saja dibutuhkan diskusi lebih jauh lagi tentang lokasi yang akan dipilih. Dibutuhkan kerja sama bilateral antara pengelola Kebun Binatang dengan negara tetangganya, ITB, yang memiliki lahan lebih luas dan ada sedikit lahan kosong yang dapat dialihfungsikan sebagai kolam buatan.  Masalah selanjutnya adalah bagaimana caranya memberi saran kepada kowak agar mau dengan suka rela pindah ke tempat barunya?

One response to “Kebun Binatang Pun Menolak

  1. Ping-balik: Anonim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s