Open Source, Jadikan Anda Lebih Pintar

Open source seringkali diidentikkan sebagai barang murah, barang gratisan. Padahal secara harfiah, tanpa kaidah penterjemahan bahasa asing ke bahasa Indonesia baku pun, open source itu sama dengan kode terbuka. Artinya, kode-kode yang dibuat oleh pemrogram perangkat lunak itu diperbolehkan untuk diakses oleh publik. Perangkat lunak open source (OSS = Open Source Software) ada yang dihargai nol dollar, alias gratis, tetapi juga ada yang ratusan dollar.


Mengacu pada Open Source Initiative, sebuah perangkat lunak termasuk ke dalam OSS bila memenuhi kriteria: (1) free redistibution, pada saat Anda membeli, bila dikenai biaya, biasanya itu untuk biaya customer support bukan biaya untuk lisensi perangkat lunak, (2) source code, perangkat lunak harus disertai dengan kode program, (3) derived works, perangkat lunak turunan darinya harus menjadi open source juga, (4) integrity of the author’s source code, dengan open source bukan berarti si pembuat program tidak hargai hak intelektualnya, (5) no discrimination against persons or groups, semua orang berhak untuk mengakses perangkat lunak tersebut, entah ia orang Amerika atau Cuba atau Iran, (6) no discrimination against fields of endeavor, tidak ada halangan bagi si pengguna untuk memanfaatkan perangkat lunak itu untuk tujuan baikkah atau tujuan buruk, (7) distribution of license (8) license must not be specific to a product, (9) license must not restrict other software dan (10) license must be technology neutral.

Bingung membaca definisi open source di atas? Singkatnya OSS itu bebas diakses oleh siapapun dimanapun untuk tujuan apapun, selagi hak intelektual si pemrogram awalnya tetap terjaga dan selagi perangkat lunak hasil modifikasi turunannya tetap di bawah lisensi open source.

Lalu, apa yang membuat kita dapat menjadi cerdas dengan menggunakan OSS? Ada banyolan di kalangan pengguna open source, “Lha barang gratisan kok mau gampang?”. Banyolan ini menggambarkan bahwa penggunaan perangkat lunak open source tidak seperti perangkat lunak komersial yang biasanya pada saat instalasi pun cukup klik “yes”, “yes” dan “yes”.

Open Source Software biasanya didesain untuk dapat berjalan pada perangkat keras yang beragam (multi-platform). Pada saat instalasi, terdapat urutan prosedur yang harus dilakukan agar perangkat lunak tersebut dapat berjalan. Proses inilah yang membuat kita menjadi cerdas. Kita dituntut untuk mengikuti tahapan-tahapan yang diinginkan oleh si pembuat program. Pada saat mengikuti tahapan ini, bila ada kesalahan, pesan-pesan yang ditampilkan begitu jelas dan kita dapat merunut pada kode programnya dan membetulkan hal-hal yang salah. Dengan begitu, kita dituntut untuk bertindak prosedural. Knowing what’s behind the scene, mungkin itu istilah kerennya.

Yang membuat kita pintar juga adalah pada saat proses penggunaan perangkat lunak tersebut. Ada OSS yang disertai dengan dokumentasi yang amat lengkap mulai dari proses instalasi hingga tutorial, tetapi tidak sedikit juga yang terbatas penjelasannya. Nah, untuk masalah ini, komunitas OSS dikenal sebagai komunitas yang ramah dan baik hati. Cukup dengan bergabung di komunitas milisnya, Anda dapat mengakses arsip milis tentang penggunaan OSS yang Anda gunakan. Entah Anda itu bertanya hal-hal yang sepele atau yang rumit. Tapi juga Anda jangan merasa tersinggung pada saat menerima jawaban “RTFM” (Read The F… Manual). Sebenarnya itu bukanlah sebuah omelan tetapi sebuah saran dengan cara yang sedikit kasar (wong sudah ada di manual kok masih ditanyakan…).

Faktor lain yang membuat kita pintar adalah keberanian kita untuk mencoba sebuah perangkat lunak yang tidak umum digunakan oleh orang lain. Dengan mencoba OSS, berarti kita dituntut untuk secara mandiri mencari tahu bagaimana menggunakannya.

Nah, tertarik untuk menjadi lebih pintar?

2 responses to “Open Source, Jadikan Anda Lebih Pintar

  1. gimana sih cara mengubah source code pada installer di linux? tolong ye…

  2. cara mengubah source code, biasanya langsung melihat isi filenya dengan text editor seperti nano, vi, vim atau gedit. setelah dilakukan edit dilakukan kompilasi ulang dengan compiler seperti gcc.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s