Zidane Juga Manusia

Zinedine Zidane, yang akrab dipanggil Zizou, adalah salah satu pesepakbola favoritku, selain Roberto Baggio. Sang maestro sepak bola ini harus amit mundur dari panggung sepak bola dengan cara yang tidak diharapkan oleh para penggemarnya. Bahkan mungkin oleh dirinya sendiri pun. Alih-alih mundur sebagai seorang juara, ia mundur sebagai seorang pecundang.

Zizou yang terkenal sebagai seorang pria pemalu, bahkan cenderung introvert, dini hari tadi waktu Indonesia berubah seperti seorang Mike Tyson. Dengan tanpa tedeng aling-aling, ia menghantam dada Marco Materazzi dengan kepalanya. Dari siaran ulang di televisi, nampak ia ‘menghajarnya’ dengan amat keras.

Bagi sebagian orang, tindakannya memang tidak dapat ditolerir tapi juga dapat dimengerti. Di menit-menit akhir pertandingan yang amat menguras fisik dan emosinya, ditambah lagi keinginan yang begitu kuat untuk menutup karir dengan merengkuh Piala Dunia, ia ‘menanduk’ Materazzi setelah sebelumnya terlihat ‘adu omong’. Mungkin saja, ia terprovokasi oleh ucapan Materazzi. Tetapi bagaimanapun, sebagai seorang kapten Kesebelasan Perancis, bahkan sudah dianggap sebagai ‘Dewa’ oleh masyarakat Perancis, tindakannya tersebut sudah di luar ambang batas.

Atau jangan-jangan Zizou sengaja berbuat seperti ini? Ia tidak ingin menjadi ‘Dewa’ seperti yang diharapkan oleh banyak penggemarnya. Mungkin saja ia mempertontonkan perilakunya sebagai seorang manusia, setelah sekian lama mempertunjukkan keajaiban. Bisa jadi. Zidane juga manusia, seperti kata Seurieus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s