Testimoni: Aku adalah seorang Procrastinate

Pernah dengar istilah testimoni? Bagi mereka yang doyan Friendster-an pasti tidak asing lagi dengan istilah satu ini. Testimoni merujuk pada Merriam-Webster Dictionary adalah ‘something presented in support of the truth or accuracy of a claim’, sebuah pengakuan yang mendukung kebenaran atau keakuratan sebuah pernyataan.

Biasanya testimoni disampaikan oleh orang lain, tapi kali ini saya akan coba men-testimoni diri saya sendiri. Bukan bermaksud atau bertendensi apa-apa, melainkan ini hanyalah sebuah cara untuk introspeksi diri.

Saya adalah seorang procrastinate. Hingga kini saya belum tahu apa padanan istilah tersebut dalam bahasa Indonesia. Istilah ini saya temukan dalam sebuah buku tentang self-management. Orang yang termasuk ke dalam golongan ini cenderung sulit untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ia tidak pernah mampu menggolongkan jenis pekerjaannya apakah itu termasuk prioritas atau tidak, apakah ia mampu untuk mengemban tugas itu atau tidak.

Procrastinate bisa disebabkan oleh faktor internal atau eksternal. Faktor internal, misalnya ya itu tadi, kesulitan dalam menentukan prioritas. Bisa juga karena selalu ingin melakukan segala sesuatu secara sempurna. Atau bisa juga takut berbuat salah. Bisa jadi, ia adalah orang yang tidak sanggup untuk menolak atau mengatakan tidak kalau pimpinannya memberikan pekerjaan. Faktor eksternal bisa jadi karena lingkungan pekerjaannya yang tidak sistematis.

Jadi, saya adalah seorang PROCRASTINATE.

But, I have to change.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s