Beramal di Jalan Raya

Kalau  saya ditanya apa yang paling saya benci? Saya akan menjawab: KLAKSON!

Ya, suara benda yang satu ini membuat saya seringkali mengumpat di dalam hati. Bukan karena klakson motor saya yang tidak bisa digunakan hingga menjadi rudimen. Tapi, teriakan klakson motor atau mobil di belakangku lah yang menyebabkannya. Seringkali mereka, para pebalap motor atau mobil amatiran, menekan klaksonnya dalam-dalam saat kendaraan yang ada di hadapannya belum beringsut, karena memang lampu lalulintas belum berubah menjadi hijau. Sering juga, saya diklakson saat memberikan jalan bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang atau pengguna kendaraan lain yang hendak belok.

Saya tidak habis pikir, apa sih yang mereka kejar? Waktu yang sepersekian detik itu mungkin kalau dikonversi ke dalam jarak, hanya beberapa puluh meter saja. Tingkah mereka seolah membuat waktu itu adalah uang. Tidak mau rugi barang sepeser pun.

Padahal kalau mereka tahu, sikap santun di jalan akan membawa mereka kepada kebahagiaan. Bahagia bisa berbagi dengan orang lain. Senang dapat membantu para pejalan kaki yang kesulitan untuk menyeberang jalan. Tidakkah mereka berpikir bahwa pejalan kaki itu bisa saja orang tua mereka? Atau anak-anak mereka? Tidakkah mereka percaya bahwa sikap baik akan selalu berbalas kebaikan? Dengan bersikap santun di jalan, suatu saat nanti orang tua atau anak-anak kita akan mendapat kemudahan di jalan akibat kebaikan orang lain?

Kalau mereka beragama Islam, bukankah ada ajaran di dalam agama untuk memberikan salam kepada orang yang duduk apabila kita berjalan melewati mereka?

Dengan bersikap santun di jalan, sabar dalam menghadapi kemacetan yang ada, akan memberikan pahala kepada kita sebagai orang Islam. Dua jam perjalanan pulang-pergi dari rumah ke tempat kerja akan dihitung sebagai ibadah. Bukankah ini sebuah keuntungan yang amat besar? Coba bayangkan kalau hanya dengan shalat saja, tidak akan mungkin kita shalat dua jam dalam sehari. Amat jarang orang yang melakukannya.

Jadi, sikap sabar di jalan raya dan menghormati para pengguna jalan lainnya bukanlah semata-mata slogan pemerintah yang tidak ada gunanya. Bahkan anjuran tersebut dapat membawa kita kepada amal kebaikan yang bermanfaat bagi kita.

One response to “Beramal di Jalan Raya

  1. Anda sopan kami segan, anda preman kami satpol PP.
    Sekarang bayar, besok gratis, lusa dapat bonus.
    Tamu harap lapor, Umat harap laper.
    Jika anda puas, silahkan hubungi teman anda. Jika anda tidak puas hubungi YLKI.
    – viva jalan raya –
    – viva ledeng –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s