Soal Wanita Berdandan

Waktu kuliah di Biologi dulu, ada satu pertanyaan dosen favorit, Pak Ross Rosanto, yang masih saya ingat sampai sekarang. Begini pertanyaannya, “Kenapa perempuan senang berdandan?”. Beliau hanya bertanya saja, tidak pernah menerangkan jawabannya. Saat itu, tidak ada seorang pun mahasiswa yang mengacungkan jarinya untuk menjawab. Seperti umumnya mahasiswa Indonesia.

Kemarin, di saluran Animal Planet, saya melihat film dokumenter tentang salah satu jenis burung finch. Ada beberapa ekor jantan yang ‘bertingkah’ di hadapan satu betina. Secara morfologi (rupa), jantan berwarna lebih cerah. Selain warna hijau pada badannya, juga ada warna merah cerah. Sedangkan betina hanya berwarna hijau saja. Tingkah-polah jantan-jantan itu bertujuan untuk memikat si betina, sebuah proses yang biasa terjadi pada perkawinan burung. Tingkah-polah yang paling atraktif dari jantan akan menentukan pilihan betina.

Ada teori yang mengatakan bahwa morfologi burung jantan dan tingkah-polah (yang biasanya disebut ritual display) itu berkaitan dengan kesempurnaan genetik yang dimilikinya. Semakin baik ia dalam ritual display, maka gen yang ada di dalam tubuhnya pun semakin baik. Dengan memilih jantan terbaik maka betina telah memaksimalkan peluang adanya perbaikan genetik dari spesies tersebut. Ingat, ini bukan proses evolusi tetapi sebuah proses pemuliaan genetika. Burung tetap akan menjadi burung tetapi dengan tingkat kekayaan genetika yang lebih baik sehingga akan lebih mampu beradaptasi dengan perubahan alam yang ada.

Pada proses ritual display ini, jantan dianalogikan sebagai sumber daya bagi betina. Jantan berkompetisi untuk kawin dengan betina sehingga keberlangsungan hidup spesies tersebut akan terus berjalan. Betina lah yang berperan dalam menentukan apakah proses ini akan berjalan dengan baik atau tidak.

Nah, kembali kepada pertanyaan sang dosen tadi, mengapa perempuan senang berdandan. Saya berhipotesis bahwa pada manusia terjadi proses kebalikan dari yang terjadi pada burung. Pada manusia, yang berkompetisi adalah perempuan. Jumlah perempuan dikatakan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Maka wajar saja terjadi persaingan antara perempuan untuk memperebutkan laki-laki. Ada yang berdandan biasa-biasa saja, ada juga yang tampil ‘norak’, atau juga tidak berdandan. Ada semacam image, mungkin, semakin aduhai seorang perempuan untuk dilihat, maka semakin besar peluangnya untuk mendapatkan lelaki (yang semoga bukan hidung belang).

Satu lagi bedanya dengan burung, dandanan menarik tidak ada kaitannya dengan kualitas gen yang dimiliki oleh perempuan. Bisa jadi, perempuan cantik nan menor hanya memiliki sedikit kecerdasan. Yang oleh banyak orang seringkali dijadikan kebenaran bahwa perempuan cantik itu pasti ‘gak ada otaknya’. Padahal tidak selalu demikian.

Kesimpulannya, alasan mengapa perempuan berdandan adalah agar dapat memenangkan kompetisi mendapatkan lelaki. Sama dengan yang terjadi pada kompetisi antara burung jantan. Walaupun jawaban ini masih harus dibuktikan lagi. Dengan bertanya kepada sang dosen, apa sih jawaban sebenarnya?

4 responses to “Soal Wanita Berdandan

  1. Jadi nu “jelema burung” teh kayak apah? hihihihihi

  2. setiap dosen atau teman yang pernah membahas perilaku burung atau hewan lain dalam menarik perhatian lawan jenis, selalu saja menghubung-hubungkannya dengan perilaku manusia yang ternyata kebalikan hewan2 tersebut.

    yah,, memang benar.

    kalo ada yang menyangkalnya, artinya dia bohong. hahaha… xD

  3. Fir, kok webnya tampilannya gelap

  4. To Henry:
    Saya suka hitam dan putih, itu alasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s