Like father like son

Bagi Anda penggemar sepak bola, terutama bobotoh Manchester United, tentu tahu siapa itu Peter Schmeichel. The Big Dane yang turut mengantarkan MU meraih treble winner pada tahun 1999, adalah kiper terbaik MU saat itu. Ia ditransfer oleh MU pada tahun 1992, setelah mengantarkan Denmark menjadi juara Eropa.

Schmeichel, dua tahun yang lalu pensiun dari hingar-bingar sepak bola. Namun, tahun ini ia ‘hidup’ kembali. Ya, Schmeichel hadir kembali di pentas Liga Inggris, membela Manchester City. Hanya saja, Schmeichel yang ini adalah generasi kedua, Kasper Schmeichel.

Anak dari Peter Schmeichel ini mewarisi bakat dari ayahnya. Tubuhnya memang lebih pendek, juga hidungnya tidak memerah kala bertanding. Keberanian memotong bola silang, refleks tangan dan kaki mengingatkan kita pada Peter Schmeichel. Walaupun sedikit pendiam, tidak garang, ia tangguh di bola-bola atas dan bawah. Juga kemampuannya menahan pinalti, seperti yang ia lakukan malam ini melawan Arsenal. Satu hal lagi, keberaniannya untuk maju jauh ke kotak penalti lawan untuk menyongsong tendangan penjuru di menit-menit akhir pertandingan, persis seperti ayahnya.

Sebagai penggemar MU, sekarang saya juga mengikuti pertandingan Manchester City, karena faktor Schmeichel inilah. Saya berharap Alex Ferguson akan membelinya 2 atau 3 tahun mendatang setelah ia matang. Like father like son. Mudah-mudahan….

One response to “Like father like son

  1. Sungguh sebuah analisis yang cermat. Saya sependapat dengan anda. Selain Schmeichel, pada masa jayanya MU juga memiliki pemain sayap flamboyan yang digemari kaum hawa di seantero jagat. Ya, sosok tersebut tak lain adalah David Beckham.

    Sebagai sesama penggemar MU, saya pun turut berharap Alex Ferguson melirik bakat megabintang yang dipunyai oleh keponakan Beckham, yakni Beckhamenga! Ia bernaung dibawah salah satu klub papan atas divisi utama Indonesia. Beckhamenga dikenal sebagai seorang striker yang aktif menggempur tembok pertahanan lawan tanpa mengenal lelah. Saya yakin ia mampu mengisi kekosongan barisan depan MU sepeninggal sang “babyface killer” Ole Gunnar Solksjaer. Like uncle like nephew. Semoga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s