Antri dong

Sekarang ini sedang musim-musimnya Pilkada. Banyak orang mencalonkan diri jadi pejabat dan berjanji akan memajukan daerahnya. Programnya kebanyakan muluk-muluk. Mungkin sengaja ya, supaya parameter keberhasilannya juga sulit, mungkin.Bagi saya, seharusnya yang paling diutamakan adalah merubah budaya, kebiasaan yang sudah terlalu lama melekat di masyarakat. Salah satunya adalah budaya antri.

Orang Indonesia tidak terbiasa dengan budaya antri. Entah mengapa, masyarakat yang kerap disebut sebagai bangsa yang santun ini seolah tidak mengerti apa yang dirasakan orang lain. Tidak ada empati. Orang Indonesia hanya akan antri, kalau sudah dipaksa dalam sistem. Contohnya, antrian di Bank dengan sistem karcis. Hal-hal sederhana seperti berjalan di sebelah kiri, terutama jika berjalan dalam rombongan. Seringkali kita terhenti di gang atau trotoar ketika berpapasan dengan satu grup remaja atau orang dewasa. Mereka tidak merasa bersalah telah menghabiskan jatah orang lain.

Contoh lain yang paling mudah dan sering kita saksikan adalah antri di jalan raya. Jelas-jelas pembatas jalan itu dibuat untuk membuat dua jalur kendaraan dari arah yang berlawanan, benar-benar terpisah. Batas itu dibuat untuk mencegah ‘adu bagong’. Kalau di negeri jiran, garis pemisah jalan, terutama yang tidak terputus, tidak pernah dilewati oleh pengendara kendaraan bermotor. Bahkan di saat lengang sekalipun.

Bagaimana dengan di Indonesia? Silakan Anda lihat dua foto berikut, yang saya ambil kemarin di perempatan Jl. Pahlawan dan Suci. Bagaimana menurut Anda? Bagaimana mau maju bangsa ini, kalau untuk bersabar menunggu antrian saja tidak bisa. Paling lama juga setengah jam. Bagi saya, salah satu parameter keberhasilan Pilkada itu adalah jika si Pemimpin terpilih mampu membuat masyarakat menjadi hidup tertib… tib.. Gak usah itu tibum diberdayakan…

antri_donk2.png

antri_donk1.png

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s