Indahnya Bandung Pagi Ini

Bandung sekarang sudah berbeda dengan Bandung yang dulu. Tiga belas tahun yang lalu, Bandung masih dingin pisaan. Pagi-pagi masih berkabut, siang-siang tidak panas. Bukan hal aneh kalau tengah hari kita melihat orang pakai jaket di Jalan Dago. Juga, tidak ada kemacetan di jalan. Pergi kuliah ke Dipati Ukur dari Jatinangor cukup satu setengah jam, plus minus lima belas menit mungkin.

Sekarang, kalau ada mahasiswa Unpad kost di Jatinangor, kemudian harus ikut kuliah di Dipati Ukur pukul 8 pagi, harus menginap di tempat kost kawannya di Bandung. Nampak mustahil berangkat pukul 6 pagi dari Jatinangor. Jangankan dari Jatinangor, saya saja kalau berangkat pukul 06.30 dari Cibiru, pinggiran Bandung, pasti terjebak kemacetan di Cicaheum, Jalan Suci hingga Gasibu.


Kemacetan selalu membuat kesal. Bukan macetnya itu sendiri tapi melihat perilaku pengendara kendaraan bermotor. Pengemudi mobil seolah merasa lebih berhak menggunakan jalan dibandingkan pengendara motor. Pun begitu, pengendara motor seenaknya saja ‘selap-selip susulapan‘, selain yang sudah pasti, klakson seenak udel. Jangan ditanya nasib pejalan kaki yang hendak menyeberang. Kalau tidak memaksa, mereka harus menunggu Pak Polisi yang baik hati.

Tapi hari ini, Bandung lebih indah. Tidak ada kemacetan, perjalanan lancar. Bukan, bukan cerahnya sinar mentari yang membuat Bandung lebih indah. Hujan gerimis cenderung deras lah yang membuat Bandung lebih enak untuk dinikmati. Hujan membuat jalanan lengang. Saat orang lain menunda berangkat ke kantor atau sekolah, saya justru buru-buru berangkat karena pasti jalanan bakal lengang. Ternyata benar juga. Perjalanan lancar, suasana lebih hening walaupun harus rela berbasah-basah sedikit. Ah, pintarnya saya (ehm..kadang-kadang..).

2 responses to “Indahnya Bandung Pagi Ini

  1. Makanya…jangan jemur atau lempar kolor jadi hujan terus! wakakaakakaka teu nyambung nya?😛

  2. pecinta kangen band

    sulap sulip…..
    kaya acaranya mbah darmo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s