Karya nyata bagi bangsa

Waktu kecil dulu, setiap kali ditanya cita-cita, mayoritas akan menjawab menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Wujudnya? Katanya sih dengan belajar yang rajin. Faktanya? Rajin belajar ternyata tidak serta-merta membuat kita berguna bagi bangsa dan negara. Berguna bagi diri sendiri, ya. Berguna bagi orangtua, ya, karena kita cepat lulus. Mungkin. Lalu apa yang harus kita lakukan agar berguna bagi nusa dan bangsa? Berkarya. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Livestock Bioenergy Conservation (LiBeC) Fakultas Peternakan Unpad ini.

Apa sih yang telah mereka lakukan hingga saya telah dengan semena-mena menganggap mereka telah berguna bagi bangsa dan negara? (padahal kenal juga kagak ..😀 ) Kenapa coba? Karena mereka telah membebaskan sebagian rakyat Indonesia dari ketergantungan terhadap BBM khususnya minyak tanah atau gas untuk keperluan sehari-hari. Fakta ini saya dapat dari berita di Harian Tribun Jabar, entah edisi tanggal berapa, yang saya baca sambil makan kemarin malam. Di saat banyak rakyat Indonesia yang terus mengeluh, protes, demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, ada sebagian masyarakat di Sumedang, Jawa Barat yang justru tidak ambil pusing. Mereka menggunakan biogas yang berasal dari kotoran sapi, yang dikembangkan oleh LiBec. Peduli amat dengan harga BBM naik, gua pake biogas ini. Mungkin begitu kata mereka.

Teknologi biogas sudah lama kita dengar, mungkin sejak jaman Pak Harto dulu sudah diperkenalkan. Saya rasa sosialisasinya kurang gencar yang berdampak pada rendahnya implementasi di lapangan. Biogas yang saya tahu, hanya sebatas konsep ideal dimana limbah pencernaan hewan dapat menjadi sumber energi apakah pengganti BBM atau listrik. Padahal pada kenyataannya sudah ada sebagian rakyat Indonesia yang mengambil keuntungan. Berdasarkan hitungan kasar, komunitas pengguna biogas di Sumedang itu dapat menghemat pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak setara dengan 100 juta rupiah. Wow! Jumlah yang tidak sedikit. Bahkan saat ini, biogas tersebut juga dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Saya terkagum-kagum dengan kenyataan tersebut dan menceritakannya kepada istri saya. Ternyata komentar dari istri membuat saya lebih surprise. Mang Mamat, tukang kebun mertua saya, yang memiliki tiga ekor sapi juga ternyata telah menerapkan teknologi biogas ini. Awalnya ia enggan untuk membeli alatnya karena mengira harus membeli secara tunai. Ternyata yang ditawarkan oleh Koperasi Susu di Tanjung Sari adalah pembelian dengan cara mencicil, bukan dengan uang, tapi dengan susu hasil perahan. Mungkin dulu ia juga apriori. Untungnya apa sih. Namun apa yang ia dapat sekarang melebihi ekspektasinya.

Jadi, buat Anda yang suka mengeluh, mahasiswa yang hobi demonstrasi, cobalah terapkan energi Anda ke hal-hal yang sifatnya mengatasi permasalahan. Bagi saya, demonstrasi itu hanya buang-buang waktu dan tenaga saja. Lebih baik kita berpikir bersama-sama, berbuat secara nyata untuk mengatasi permasalahan bangsa. Kalau kita tidak mampu berbuat hal besar, kita bisa memulai dari hal-hal yang kecil tetapi bermanfaat. Contohnya, untuk menghemat listrik kita dapat mematikan listrik bila tidak digunakan. Soal pencemaran udara? Kurangi penggunaan BBM dan kalau tidak bisa gunakan BBM yang ramah lingkungan seperti Pertamax yang tanpa timbal. Soal sampah? Kurangi konsumsi plastik pembungkus, bawa sendiri plastik atau tas untuk barang belanjaan. Soal air? Gunakan sedikit air saat berwudhu, mandi dan mencuci. Soal pembajakan? Gunakan perangkat lunak open source seperti GNU/Linux, FreeBSD dan kawan-kawan.

One response to “Karya nyata bagi bangsa

  1. setujuuuuuuuu….

    pake 3M : menguras, mengubur dan menutup…

    think globally act locally…
    Demo sudah jadi solusi usang… hanya orang kerdil yang berdemo…kecuali dengan hati tulus ikhlas… (jangan salahkan saya, tanyakan pada hati nurani masing2)..

    Kenapa saya bilang “kerdil”… popularitas adalah efek samping dari pendemo…Ini sangat rentan dengan pengakuan diri. Orang besar tidak pernah memikirkan ada atau tidak ada pengakuan. Populer atau tidak. Yang penting berkarya.. MERDEKA……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s