Di bawah tekanan

Kalau Anda membaca lowongan kerja di surat kabar, mungkin ada persyaratan seperti berikut : mampu atau bersedia di bawah tekanan. Bagi beberapa orang, persyaratan seperti ini bisa jadi menciutkan nyali. Ada juga yang beranggapan siapa pula yang bersedia bekerja di bawah tekanan? Mbok ya bekerja itu harus nyantai, salse, tenang saja Belanda masih jauh. Kalau pun harus bekerja di bawah tekanan, pasti hasilnya pun gak akan maksimal. Begitu mungkin. Bagi saya, hal itu tidak berlaku. Lho kok bisa?

Saya adalah seorang procrastinate. Seorang pemimpi. Selalu berpikir bahwa hal ini harus seperti itu, hal itu sebaiknya seperti ini. Padahal, agar bisa hidup, saya seharusnya mengikuti sistem yang ada. Saya harus mengalir seperti air. Yang bisa membuat saya tidak bermimpi adalah bangun. Parahnya lagi, saya ini sedang bermimpi dalam tidur yang amat pulas. Mungkin hanya pecutan yang bisa membangunkan. Reaksi terhadap ancaman, gertakan, tantangan bisa membuat mimpi menjadi nyata. Bisa menjadi alasan ideal untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tapi ya, kok harus dipecut-pecut segala? Nah itu yang saya sendiri tidak habis pikir. Bisa jadi karena saya ini orang Indonesia tulen yang masih layak jajah. Ayo, semangat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s