Aku rindu

Aku rindu sebuah keadaan seperti yang dilukiskan dalam pelajaran PMP dahulu. Sebuah desa yang damai, aman, tentram. Satu situasi dimana setiap orang saling membantu. Entah itu membangun rumah, membersihkan parit atau menjaga keamanan. Semua dilakukan bersama.

Aku ingat bagaimana Budi begitu menyayangi Amir, sahabatnya. Begitu juga, Amir, menghormati orangtua Budi. Sebuah gambaran yang tidak kutemukan sekarang. Indonesiaku sudah menjadi negara dimana setiap orang hanya peduli pada nasibnya sendiri saja. Tidak ada lagi rasa saling menghormati orang lain. Yang ada hanyalah hukum rimba. Siapa kuat dia lah yang menang.

Aku bermimpi Indonesia menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang menghargai dan menyayangi mereka yang lebih lemah. Coba lihat bangsa Jepang. Setiap mobil yang melihat pejalan kaki akan menyeberang, pasti akan berhenti. Tidak pernah kita dengar suara klakson dari mobil, apalagi makian dari si pengendara mobil.

Aku rindu pemimpin yang melindungi rakyatnya. Aku rindu saat-saat ketika masih SD. Orangtua tidak pernah merasa resah anaknya bepergian naik angkot. Aman. Kini, tertidur sedikit saja, barang bawaan bisa jadi akan raib. Itu kalau beruntung. Jika sial, bisa jadi kita menjadi korban perampokan.

Aku bermimpi adanya keadilan di tanah tercinta kita ini. Bukan hukuman bakar yang menimpa si pencuri ayam. Padahal ia (mungkin) mencuri karena lapar. Bukan hukuman satu tahun penjara buat mereka yang ‘mengakali’ uang negara. Juga bukan hukuman belasan tahun bagi mereka yang melakukan penghilangan nyawa. Dalihnya, karena membunuh tidak sengaja, alias tanpa perencanaan. Bah, hukum macam apa itu. Direncanakan atau tidak, tetap saja satu nyawa hilang. Peduli amat dengan teriakan si pembela HAM bahwa hukuman mati itu tidak manusia. Coba tanyakan itu pada anak, orangtua, kerabat korban.

(untuk Dina, adik dari adik iparku, mudah-mudahan engkau diampuni dan diterima semua amalanmu. Tolong sampaikan pada Allah, agar turunkan kedamaian dalam setiap hati orang Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s