Duka dan suka

Tadi malam hatiku galau. Duka dan suka menjadi satu. Pilu mendengar kabar dari MetroTV bahwa seluruh penumpang Casa 212 telah berhasil dievakuasi. Ini berarti tidak ada satu keajaiban pun yang terjadi. Kami, sebagai alumni Geodesi ITB, berharap rekan kami, Ronal Puar, berhasil bertahan hidup. Nyatanya tidak. Ada rahasia besar yang Allah sedang rancang. Yang kita sampai hari ini belum tahu apa.

Galau hatiku karena di saat yang sama, sahabat kami akhirnya melepas masa lajangnya. Ada duka dan suka di satu waktu. Ada keramaian di sana. Yang berbeda adalah suasananya. Jika bisa, aku lebih memilih hadir dan temani keluarga yang kehilangan suami, ayah, anak, kerabat mereka.

Aku tidak mengenal Ronal secara pribadi. Aku hanya tahu dari berita, cerita rekan-rekanku. Aku hanya bisa menilainya dengan melihat siapa temannya. Bukankah Rasulullah dahulu berpesan kepada kita bahwa citra kita melekat pada teman-teman kita. Aku yakin Ronal adalah seseorang yang hebat, seperti Bung Adam, Bung Mega, Bung Ogiw yang saya kenal.

Aku yakin Ronal bukan korban kecelakaan. Ia gugur sebagai pahlawan. Bagi keluarga dan bangsanya. Bukankah bekerja menafkahi keluarga adalah sedekah yang terbaik bagi seorang Muslim? Ia tetap hidup sebagai seorang syuhada. Allah pindahkan jiwanya ke haribaan-Nya. Allah tanamkan juga kepada kerabat, rekan seperjuangannya, kebaikan yang telah Ronal lakukan di dunia. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Ya Allah ampunilah dosanya, kasihilah ia, berilah ia kelapangan dan maafkanlah ia. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s