Pak Ustadz, kemana jenggotmu?

Pak Ustadz Abu Syauqi, sekitar delapan tahun lalu, saya pernah tinggal satu kompleks dengan Anda di Perumahan Panghegar Permai, Bandung. Memang hanya sesekali saja berjumpa dengan Anda di Masjid. Yang saya ingat dahulu Pak Ustadz berjenggot dan amat bersahaja. Sekarang juga saya yakin masih bersahaja.

Hanya satu yang hilang Pak Ustadz, jenggot. Memang banyak orang yang berselisih pendapat mengenai hukum berjenggot bagi seorang muslim. Ada yang berpendapat wajib, sunnah bahkan mungkin mubah. Pak Ustadz saya rasa lebih tahu dalil-dalilnya.

Saya sendiri berjenggot. Kalau ditanya rekan, tetangga atau siapa pun yang iseng menanyakan, saya hanya menjawab bahwa sulit sekali kan kalau kita beribadah terus-menerus, shalat terus-terusan. Dengan berjenggot, mudah-mudahan saya mendapat pahala. Jawaban paling ringkas saya adalah, jenggot saya ini adalah ibadah pasif. Dengan membiarkannya tumbuh, saya berusaha mengikuti anjuran Rasulullah dan mudah-mudahan ada pahalanya. Bukankah amalan sedikit pun ada ganjarannya?

Lalu mengapa Pak Ustadz tidak berjenggot lagi? Cukup heran juga saya melihat poster atau leaflet kampanye Pak Ustadz. Tidak ada jenggot. Apakah jenggot membuat Pak Ustadz tidak fotogenik? Atau bagaimana?

Bukannya saya sok usil. Saya berharap pemimpin Kota Bandung itu adalah seseorang yang konsisten. Dalam istilah Islamnya mungkin istiqamah. Saya dengar juga dari pak khotib atau pak guru ngaji bahwa ustad-ustad, guru-guru ngaji itu adalah orang-orang yang senantiasa menganjurkan dan melakukan kebaikan. Kebaikan itu bukan hanya yang wajib saja, juga yang sunnah. Begitu kata mereka. Lah, sekarang jenggot saja dihilangkan, yang bagi sebagian orang mengatakan itu adalah wajib karena yang membedakan pria dan wanita, bagaimana dengan hal-hal lain yang lebih ringan?

3 responses to “Pak Ustadz, kemana jenggotmu?

  1. hehe..
    pemikiran yang bagus bro.. alasan yang baik pula menumbuhkan jenggot..
    hmm..
    tapi mungkin si pa ustad punya alasan lainnya untuk mencukur jenggotnya..??
    hehe.

  2. ya benar.. cuma iseng aja.. daripada bertanya2 dalam hati.. mungkin dagunya sedang gatal2.. sdg dalam pengobatan..

  3. terlepas dari kaca mata agama pria ber “jenggot ” emang penampilannya terlihat berbeda menurut lilis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s