Memulai Hari

Ada satu cerita yang masih kuingat tentang Pak Lukman Aziz. Sebuah wejangan yang amat berkesan, seolah baru kemarin saja beliau mengatakannya padahal sudah lebih dari enam tahun yang lalu. Sebuah nasihat sederhana, namun sangat sulit untuk diterapkan. Isinya berupa tips untuk memulai hari. Apa itu?

Tipsnya sederhana saja, jangan tidur lagi setelah Shalat Subuh. Trik inilah yang dilakukan oleh beliau semenjak menjadi mahasiswa di ITB. Beliau adalah seorang mahasiswa yang amat aktif. Bukan saja di kegiatan mahasiswa di dalam kampus, juga di luar kampus. Segala kegiatan beliau ikuti, tetapi nilai kuliah pun tetap tinggi. Beliau mengatakan bahwa waktunya belajar hanya setelah subuh hingga pagi hari. Tidak lebih, tidak kurang.

Hmm.. nampak mudah, bukan? Tidak semudah itu, Kawan! Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang. Pukul dua atau tiga dini hari kita sudah bangun untuk bersantap sahur. Alhasil, setelah Subuh adalah waktu yang begitu menggoda untuk terlelap kembali. Apalagi biasanya jam kantor diundur. Lumayan dua jam untuk tidur, begitu pikir kita.

Apa yang kita pikir lumayan itu bertolak belakang dengan hasil yang akan diperoleh. Badan akan terasa lemas saat bangun. Mata juga masih meminta untuk lebih lama dikatupkan lagi. Efeknya adalah seharian kita akan merasa kurang gairah, malas bekerja. Padahal bulan Ramadhan adalah bulan amal. Bulan dimana segala amalan akan dilipatgandakan pahalanya. Pahala amalan sunnah akan dianggap sebagai pahala amalan wajib di bulan selain Ramadhan. Apalagi amalan wajib, seperti mencari nafkah bagi anak-istri.

Tidur setelah subuh juga bertentangan dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa ada waktu-waktu dimana kita dimakruhkan untuk tidur, yaitu setelah Shalat Subuh dan Shalat Ashar. Apa itu makruh? Banyak orang bilang bahwa jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala. Padahal kita mengatakan bahwa kita cinta Rasulullah tetapi masih juga melakukan apa yang tidak dilakukan oleh Rasulullah.

Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan, bulan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu. Justru sekarang lah saatnya untuk membiasakan diri tidak tidur setelah Shalat Subuh. Cara menyiasatinya bisa dengan membaca Al-Quran setelah shalat, kemudian bersiap untuk berangkat kerja. Pagi pukul 5.30 kita sudah berangkat, jalan pun masih lengang. Sesampai di kantor pun bisa langsung bekerja dengan penuh konsentrasi, minimal selama 1 atau 2 jam. Setelah itu? Sudah banyak rekan kerja berdatangan, yang mungkin saja bisa meng-interupsi konsentrasi kita. Apalagi kalau si bos sudah bertitah. Yang ada bukan lagi fokus dengan pekerjaan, tetapi “ngabuburit“.

One response to “Memulai Hari

  1. hhhmm..
    tapi klo emang lagi ngga ada kerjaan yabingung mau ngapain..
    hhhm..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s