Anti takbiran

Besok lebaran haji, Iedul Adha. Saat ini, pukul 21.00, terdengar suara takbiran yang memekakkan telinga. Nampaknya volume pengeras suaranya diset sampai pol. Terus terang saja, suara takbiran ini begitu mengganggu. Boleh dibilang walaupun muslim, saya adalah seorang anti takbiran. Lho?

Muslim kok anti takbiran. Ya. Ada dua alasan mengapa saya tidak suka dengan takbiran berjamaah pada malam-malam hari raya, yaitu :

  • Takbiran di malam hari, apalagi sampai subuh, jelas-jelas mengganggu waktu istirahat, baik yang si pelaku takbiran maupun tetangga-tetangga masjidnya. Ada salah seorang dosenku lebih ekstrim lagi mengatakan bahwa mereka yang mengganggu ketenangan muslim lainnya dengan takbiran itu, bukan pahala yang didapat tapi dosa.
  • Takbiran itu, menurut sunnah hanya dilakukan sejak kita keluar rumah sampai imam akan berkhutbah (Idul Fitri) dan sejak subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 (dilakukan setiap selesai shalat). Tidak ada waktu lainnya yang dicontohkan oleh Rasulullah. Silakan baca link ini dan ini untuk lebih jelasnya.

Apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita sekarang, takbiran berjamaah di masjid atau musholla, plus disiarkan langsung lewat pengeras suara, nampaknya sulit dikategorikan sebagai ibadah. Ibadah itu kan segala sesuatu yang membuat Allah ridha. Lah, kalau tetangganya saja tidak ridha bagaimana? Padahal kan sebagai muslim kan kita harus baik terhadap tetangga. Ibadah juga akan diterima jika ia sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Kalau tidak? Maka ia akan tertolak. Mudah-mudahan kita semua mendapat hidayah dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s