Mungkin Nanti

Setiap orang pasti punya mimpi. Entah itu menjadi seorang yang amat sangat kaya raya tujuh turunan, atau menjadi orang super pintar penemu segala macam seperti Profesor Lang Ling Lung. Bisa juga memiliki mimpi yang sederhana saja, asal hidup cukup, mau makan uangnya cukup, ingin jalan-jalan ke ujung dunia juga cukup (basi ya? ). Yang jelas semua pasti punya mimpi dan hampir pasti juga setiap orang melakukan segala cara, bermacam daya upaya untuk meraihnya. Mau contoh?

Ada orang yang bermimpi menjadi caleg berupaya menaikkan pamornya dengan memasang baliho yang aneh-aneh. Alasan mereka, semakin nyeleneh akan semakin menarik perhatian orang. Walhasil pasti akan dipilih, begitu kata mereka (padahal belum tentu ya?). Ada juga yang bermimpi menjadi orang kaya, melakukan usaha-usaha yang bahkan bisa dikategorikan sebagai syirik. Mereka meminta tolong kepada orang pintar (tapi tidak kaya). Juga ada yang meminta ke kuburan (ini lebih aneh, lha wong yang dikubur saja bisa jadi sedang disiksa).

Kalau yang disebutkan di atas itu adalah contoh cara-cara yang ndak bener alias ngawur, ada juga yang menempuh jalan lurus untuk menggapai mimpinya. Golongan ini yang disebut orang mereka yang bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Mereka yakin bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak berusaha apa-apa. Kelompok ini berpandangan pula bahwa kerja keras saja tidak cukup, harus diiringi dengan strategi dan teknik tertentu untuk menggapai impian. Kalau di bidang pemasaran seperti kata Oom Hermawan Kertajaya, harus tahu branding, positiniong dan istilah-istilah aneh lainnya lah.

Nah, kalau sudah bekerja keras dan bekerja cerdas tapi belum berhasil juga? Di sinilah pentingnya bekerja ikhlas. Begitu kata Pak Ustad. Di sinilah peran keimanan kita sebagai umat beragama bahwa segala sesuatu itu sudah ada yang menentukan. Bahwa dalam hidup itu terkadang reaksi itu tidak datang dengan cepat. Kadang-kadang atau bahkan seringkali sebuah usaha itu berujung pada kegagalan. Tanpa keikhlasan, hidup itu akan terasa berat Kawan. Tanpanya kita hanya akan menjadi seorang yang hobi ngedumel, mengeluh ke sana kemari.

Tapi kan ikhlas itu sulit? Mudah saja Kawan. Cobalah belajar pada Susan Boyle . Dua minggu terakhir ini videonya telah diklik jutaan orang di seluruh dunia. Ia secara instan telah berubah menjadi seorang superstar. Dalam waktu yang singkat ia bermetamorfosis dari seorang perawan tua umur 47 tahun, gemuk, beruban, tidak modis, menjadi seseorang yang diyakini akan menghasilkan album Best Seller. Susan Boyle tidak saja berhasil membungkam Simon Cowell, salah seorang juri di Britain’s Got Talent, juga semua orang yang menyaksikan penampilan perdananya di atas panggung. Ia kini dikenal dengan julukan “The Woman Who Shut Up Simon“. Berikut kutipan dialognya dengan Simon :

Q: What’s your name, darling?
A: My name is Susan Boyle

Q: Where you from?
A: I am from Blackburn

Q: It’s a big town?
A: It’s a sort of … collection of villages

Q: How old are you, Susan?
A: I am 47
(people are laughing)

Q: Okay, what’s the dream
A: I am trying to be a professional singer
(people are grinning)

Q: Why hasn’t it work so far?
A: I’ve never been given a chance before

Q: Who would like you to be as successful as?
A: Elaine Paige
(again, people are jeering)

Q:What you gonna sing tonight?
A: I Dream A Dream

Okay, big song

Jadi apa kesimpulannya? Kesimpulannya ya kalau kita sudah berusaha dengan segala macam cara (tapi tidak dengan tipu daya), juga diiringi dengan doa, masih juga gagal, jawabnya hanya satu. Mungkin nanti. Kesuksesan, keberhasilan, tercapainya impian itu bisa jadi tidak kita peroleh sekarang. Mungkin esok, lusa, bulan depan, tahun depan atau nanti setelah kita beranak-cucu. Atau bisa juga hasilnya akan kita tuai di kehidupan akhirat nanti. Kita harus percaya bahwa janji Allah itu pasti. Kita harus percaya bahwa ketika kita berdoa (apapun) di akhir malam, doa itu pasti akan dikabulkan oleh-Nya. Kita juga harus yakin bahwa doa yang kita panjatkan di tempat-tempat terkabulnya doa, seperti di Multazam, Maqam Ibrahim, itu pasti akan dipenuhi oleh-Nya. Hanya saja, kita tidak tahu kapan. Mungkin nanti.

Susan Boyle on YouTube

One response to “Mungkin Nanti

  1. w sollid yehhh,,

    papun yg kan terjadi untuk saat ne ttep dilalui dgn sabarrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s