Tak Lagi Apatis

Pada awalnya, menulis di blog bagi saya adalah sebagai tempat untuk berkeluh-kesah, tempat ngomel. Tahu sendiri kan Indonesia seperti apa. Banyak hal yang bisa kita umpat. Tak terhitung. Saya pikir, dengan mengomel, saya mencoba bersikap kritis dan bisa mengubah pandangan serta perilaku lain. Kenyataannya? Jauh panggang daripada asap. Gak ngaruh men

Hingga sampailah saya pada kondisi terburuk. Menjadi seorang apatis. Tak peduli apa yang terjadi pada lingkungan sekitar. Orang lain mau berbuat apa, mangga. Aparat-aparat itu mau berbuat sewenang-wenang, peduli amat. Software bajakan? Juga cuma jadi bahan diskusi saja. Jadilah, sejak beberapa bulan yang lalu, tak ada lagi semangat untuk berbagi, untuk menulis di blog ini.

Sekarang, saya berharap untuk tak lagi menjadi apatis. Seperti kata Gede Prama, saat keadaan gelap gulita, janganlah kita mencaci, mengumpat, berkeluh kesah karena ia tak akan membuat terang. Begitu pun dengan diam. Sama saja. Nyala api dari sebatang lilin akan cukup memberikan sinar bagi semua. Kalau lah semua orang menyalakan lilin, mungkin sinarnya akan lebih terang dari petromak sekalipun. Tak punya lilin? Sebatang korek api pun cukup. Setidaknya ia akan berguna, walaupun sesaat. Tak punya korek juga? Cukuplah dengan tidak bergerak apalagi berteriak yang anginnya dapat memadamkan api.

Sekarang, bukanlah saatnya kita hidup sendiri-sendiri. Hidup bukanlah sebatas rumah dan kantor atau pabrik. Hidup bukanlah sebatas bekerja, terima gaji, hidupi anak istri. Hidup itu bukan sebatas berangkat pagi, belajar atau kuliah, pulang dan tidur. Hidup itu haruslah berarti bagi sesama. Tak harus berupa uang yang dapat mencukupi perut lapar mereka yang tidak punya harta. Tidak juga perlu berupa ilmu atau pengajaran, yang kita pun malu karena hanya ada sedikit. Cukup berupa senyuman ramah pada mereka yang Anda temui. Sebatas mengucapkan salam saat melintas di depan penyapu jalanan. Saat mengangguk dan mempersilahkan orang lain untuk melintas lebih dahulu. Masih banyak lagi, hal-hal kecil yang sesungguhnya dapat memberikan kedamaian di hati kita. Yang dapat membangkitkan kembali harapan bahwa bangsa Indonesia yang sekarang ini, masih sama seperti yang dahulu. Sebuah bangsa yang ramah, gemah ripah loh jinawi. Bagaimana, Anda siap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s