Gerbong Wisata

Hari minggu lalu, pukul 17.20 saya tiba di Stasiun Kereta Api Bandung. Nampak ramai orang yang antri. Waduh, jangan-jangan tiket untuk ke Jakarta telah habis. Begitu yang terpikir oleh saya taxi. Benar saja. Tiket Argo Gede sudah habis. Tiket Parahyangan hanya tersisa khusus tiket berdiri. Yang tersedia hanyalah tiket wisata. Wisata macam apa, pikirku. Tapi itu bukanlah hal penting saat itu. Apa mau dikata, harus tiba di Jakarta malam itu, uang seratus ribu rupiah dikeluarkan.

Gerbong wisata ini satu rangkaian dengan gerbong eksekutif, hanya saja tidak selalu ada. Letak gerbong ini tepat di belakang lokomotif. Ada dua gerbong, Nusantara dan Bali. Gerbong Nusantara terdiri dari dua ruangan, ruang makan dan ruang duduk. Gerbong Bali, nampaknya merupakan ruangan tidur, dari luar seperti terlihat kasur busa.

Ruang duduk di Gerbong Nusantara ini terdiri dari sofa yang sudah pasti nyaman. Yang istimewa, di ruangan ini ada TV LCD dan sistem audio video yang memungkinkan kita untuk berkaraoke. Kalau beruntung mungkin kita bisa mendengarkan suara merdu bak suara biduan. Kalau sedang apes, kita pasti tak akan bisa tidur nyenyak!.

Gerbong wisata ini pernah dipakai presiden mulai Habibie sampai SBY. Jadi sudah pasti fasilitasnya nomor satu. Toiletnya bersih, dengan air, tissu juga pengering tangan otomatis. Selain bersih, juga luas. Pelayanan dari pegawainya pun ramah. Hanya satu kurangnya, jam dindingnya kok mati ya? (Jam kok mati, memangnya kucing!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s