Cuma setengah

Porsi makan setiap orang berbeda. Meminjam istilah seorang teman, beda casing. Ada yang cuma setengah porsi, itupun bukan nasi. Ada juga yang sampai 4 piring nasi, itupun dengan porsi nasi penuh dan bentuknya seperti Gunung Semeru. Bagi mereka yang porsi makannya cuma setengah (tapi sering), seperti (ehm) saya, biasanya akan mendapatkan masalah saat memesan makanan di warung makan.

Cukup sering saya memesan makanan setengah porsi tapi apa yang saya dapatkan malah satu porsi (full!). Saya selalu serba salah jika disuguhi makanan seperti ini di warung makan. Tidak dihabiskan, salah karena mubazir. Dihabiskan, nampak tidak mungkin. Strategi terakhir yang biasa saya terapkan adalah membayangkannya seperti Fear Factor. Biasanya cara ini berhasil.

Tadi malam pun begitu. Untungnya ini terjadi di rumah, sehingga sisa makan tadi malam masih dimanfaatkan untuk sarapan pagi. Yang menjadi masalah adalah mengapa si tukang nasi goreng itu memberikan saya satu porsi (full juga!) padahal saya hanya memesan setengah porsi. Si tukang pun sudah mengiyakan, tetapi nyatanya perbuatan tidak sesuai dengan perkataan.

Saya berpikir (bukan berburuk sangka loh) jangan-jangan ini ada kaitannya dengan prasangka si tukang nasi goreng. Mungkin saja, si tukang khawatir kalau saya memesan setengah porsi maka saya hanya akan membayar setengah pula. Kalau seperti ini kan rugi bandar, mungkin begitu pikirnya. Saya yakin, kalau saya bertanya kok penuh bukan setengah, ia pasti akan berdalih lupa (sekali lagi bukan buruk sangka :D).

Akhirnya terpikir salah satu cara yang dulu pernah saya coba. Saat memesan, saya harus memastikan bahwa ia mendengar dengan jelas bahwa saya hanya memesan setengah porsi DAN saya akan membayarnya penuh seperti satu porsi. Bagaimana kalau cara ini tidak berhasil juga? Mungkin cara terakhir ini bisa. Pegang kerahnya, katakan padanya, “Mang, pesan setengah porsi tapi saya bayar satu”. Ucapkan dengan tegas dan ulangi tiga kali, saya jamin deh ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s